MEMILIH BERDAMAI DENGAN LUKA
Mengapa memilih dendam ?
Padahal ada pilihan untuk memaafkan.
Mengapa memilih benci ?
Padahal ada pilihan untuk mengampuni.
Pada akhirnya, memafkan tidak akan menguntungkan siapapun kecuali DIRI KITA SENDIRI Karena itu akan mengundang rejeki.
Dia yang telah menghantarkan rasa sakit pada hati ini tak akan berhenti dikejar rasa bersalah, meskipun kita telah memaafkannya.
Memaafkan berarti membebaskan diri kita dari beban yang tak seharusnya kita pikul. Memaafkan artinya merelakan.
Mengampuni, artinya kita memilih untuk menghamba, membiarkan diri sedikit demi sedikit meresapi sifat Tuhan Yang Maha Pengampun.
Dia telah terjadi. Dia adalah kenyataan.
Luka itu memang di sana, dan akan selamanya di sana. Tak bisa dihindari, tak bisa dihilangkan. Maka menolaknya artinya kita sedang menolak diri sendiri.
Memaafkan tak akan mengubah masa lalu. Tidak akan pernah. Tapi maaf dan ampunan akan memperluas kemungkinan-kemungkinan yang baik & yang dapat terjadi di masa depan.
Monggo sebelum memulai tidur
Tarik nafas dalam dalam
Pejamkan mata sambil membayangkan sosok yang pernah menyakiti kita..
Dan katakan padanya :
*Aku memaafkanmu
Terima kasih telah memberi ku pelajaran terbaik dalam hidupku
Karenamu aku belajar banyak hal,
Belajar melembutkan hati dengan pengampunan.
Aku belajar mencintaimu, seperti aku mencintai rasa sakitku.*
Biarkan energi pengampunan menjadi jalan datangnya maaf untuk hati kita yang masih tertambat di masa lalu.
Ingat sakit hati, benci itu menghambat rejeki.
Mengapa memilih dendam ?
Padahal ada pilihan untuk memaafkan.
Mengapa memilih benci ?
Padahal ada pilihan untuk mengampuni.
Pada akhirnya, memafkan tidak akan menguntungkan siapapun kecuali DIRI KITA SENDIRI Karena itu akan mengundang rejeki.
Dia yang telah menghantarkan rasa sakit pada hati ini tak akan berhenti dikejar rasa bersalah, meskipun kita telah memaafkannya.
Memaafkan berarti membebaskan diri kita dari beban yang tak seharusnya kita pikul. Memaafkan artinya merelakan.
Mengampuni, artinya kita memilih untuk menghamba, membiarkan diri sedikit demi sedikit meresapi sifat Tuhan Yang Maha Pengampun.
Dia telah terjadi. Dia adalah kenyataan.
Luka itu memang di sana, dan akan selamanya di sana. Tak bisa dihindari, tak bisa dihilangkan. Maka menolaknya artinya kita sedang menolak diri sendiri.
Memaafkan tak akan mengubah masa lalu. Tidak akan pernah. Tapi maaf dan ampunan akan memperluas kemungkinan-kemungkinan yang baik & yang dapat terjadi di masa depan.
Monggo sebelum memulai tidur
Tarik nafas dalam dalam
Pejamkan mata sambil membayangkan sosok yang pernah menyakiti kita..
Dan katakan padanya :
*Aku memaafkanmu
Terima kasih telah memberi ku pelajaran terbaik dalam hidupku
Karenamu aku belajar banyak hal,
Belajar melembutkan hati dengan pengampunan.
Aku belajar mencintaimu, seperti aku mencintai rasa sakitku.*
Biarkan energi pengampunan menjadi jalan datangnya maaf untuk hati kita yang masih tertambat di masa lalu.
Ingat sakit hati, benci itu menghambat rejeki.