Minggu, 31 Oktober 2021

BERDAMAI

 

MEMILIH BERDAMAI DENGAN LUKA

Mengapa memilih dendam ? 
Padahal ada pilihan untuk memaafkan.
Mengapa memilih benci ? 
Padahal ada pilihan untuk mengampuni.

Pada akhirnya, memafkan tidak akan menguntungkan siapapun kecuali DIRI KITA SENDIRI Karena itu akan mengundang rejeki.

Dia yang telah menghantarkan rasa sakit pada hati ini tak akan berhenti dikejar rasa bersalah, meskipun kita telah memaafkannya. 

Memaafkan berarti membebaskan diri kita dari beban yang tak seharusnya kita pikul. Memaafkan artinya merelakan. 

Mengampuni, artinya kita memilih untuk menghamba, membiarkan diri sedikit demi sedikit meresapi sifat Tuhan Yang Maha Pengampun.

Dia telah terjadi. Dia adalah kenyataan.
Luka itu memang di sana, dan akan selamanya di sana. Tak bisa dihindari, tak bisa dihilangkan. Maka menolaknya artinya kita sedang menolak diri sendiri.

Memaafkan tak akan mengubah masa lalu. Tidak akan pernah. Tapi maaf dan ampunan akan memperluas kemungkinan-kemungkinan yang baik & yang dapat terjadi di masa depan. 

Monggo sebelum memulai tidur
Tarik nafas dalam dalam 
Pejamkan mata sambil membayangkan sosok yang pernah menyakiti kita..
Dan katakan padanya : 

*Aku memaafkanmu 
Terima kasih telah memberi ku pelajaran terbaik dalam hidupku
Karenamu aku belajar banyak hal, 
Belajar melembutkan hati dengan pengampunan. 
Aku belajar mencintaimu, seperti aku mencintai rasa sakitku.*

Biarkan energi pengampunan menjadi jalan datangnya maaf untuk hati kita yang masih tertambat di masa lalu.

Ingat sakit hati, benci itu menghambat rejeki.

Sabtu, 30 Oktober 2021

Kembali ke budaya nusantara

 Lain Saudi, Lain Indonesia 


Oleh: Sumanto Al Qurtuby (Pendiri Nusantara Institute & senior fellow Middle East Institute)


Saya perhatikan ada banyak perbedaan mendasar antara masyarakat Arab Saudi dengan Indonesia, khususnya umat Islam, dalam melihat, menyikapi, atau mempersepsikan tentang berbagai hal.


Misalnya, dalam hal pemakaian cadar bagi perempuan. Masyarakat Saudi menganggap cadar (khususnya niqab) sebagai bagian dari budaya mereka yang tidak ada sangkut-pautnya dengan ajaran keislaman dan kualitas keislaman dan keberislaman seseorang. 


Karena itu mau tidak berniqab pun ya terserah saja. Yang berniqab pun tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi dengan siapa saja dan melakukan aktivitas apa saja termasuk nonton pilem di bioskop, nonton konser musik, dlsb. Dulu cukup banyak yang berniqab tapi kini mulai menyusut, khususnya di kota-kota, seiring dengan perubahan sosial-keagamaan yang terjadi disini. 


Bagaimana dengan Indonesia? Anda tahu sendiri. Perempuan kalau sudah bercadar sepertinya merasa "paling Islamih dan paling salehah sedunia-akherat", terus bersikap eksklusif-tertutup alias tidak mau "srawungan" dengan yang lain karena mungkin berasumsi yang lain itu "tidak level" kualitas keislaman, keberislaman, & kesalehahannya. Dan seterusnya.  


***


Perbedaan berikutnya tentang penyikapan terhadap bahasa Arab. Masyarakat Arab Saudi (dan juga masyarakat Arab lainnya, baik yang Arab Muslim, Kristen dan lainnya) menganggap bahasa Arab itu ya hanya sebuah bahasa biasa saja seperti bahasa-bahasa manusia lainnya. Mereka membedakan antara bahasa Arab dengan teks Al-Qur'an (yang memang memakai bahasa Arab klasik). Berbahasa Arab juga tidak membuat mereka merasa lebih relijiyes. 


Kalau (sebagian) umat Islam Indonesia menganggap bahasa Arab itu seperti Al-Qur'an yang sakral dan suci nian. Karena itu bahasa Arab tidak boleh ditulis di sembarang tempat: toilet, bokong, sempak nanti bisa kena "ajab"😁.  


Pula, sebagian umat Islam kalau sudah ngomong atau mengekspresikan sesuatu dengan menggunakan bahasa Arab (umi, abi, akhi, ukhti, ikhwan ikhwat, barakallah fi umrik, dlsb) merasa paling relijiyes sedunia-akherat kalah deh malaikat😁. 


Padahal, masyarakat Saudi justru sedang giat-giatnya belajar bahasa Enggress supaya kelihatan "lebih intelek" qiqiqi. Bukan hanya Enggres, sekarang mereka juga belajar bahasa Mandarin biar dapat "cuan" lebih banyak lagi🤭


***


Hal lain yang juga sangat kontras adalah soal kata "syariat" atau "halal". Di Indonesia, sebagian umat Islam "demam" dengan kata "syariat". Karena itu, kalau bisa semua "disyariatkan", maksudnya diberi nama "syariat", supaya lebih Islamih & afdol😁. 


Misalnya: bank syariat, perda syariat, perumahan syariat, kos-kosan syariat, wisata syariat, dlsb. Di Arab Saudi atau seantero Arab Timur Tengah, nyaris susah dijumpai ada nama sebuah bank, perumahan, atau lainnya memakai embel-embel kata "syariat". Disini juga tidak dijumpai ada kompleks perumahan yang khusus Muslim/Muslimah misalnya seperti di negara "Khilafah Endonesah"😁 


Selain kata "syariat", kata "halal" juga booming di Endonesah. Dikit-dikit pakai label halal: wisata halal, kuliner halal, kulkas halal, panci halal, termos halal, kutang halal, cawet halal...Omaigattt🙊

Jumat, 29 Oktober 2021

PAGEBLOK

 MONGSO PAGEBLUK

Jare mbah buyut mbiyen ( Pandemi ) wayahe wong jowo njangan ( Nyayur ) Lodeh 7 Werno yoiku :

.Kluwih, Cah gleyor, Terong, Kulit mlinjo, Waluh, Godhong so lan tempe

Ngombene cengkir ( kelapa muda )

Sayur Lodeh 7 werno mengku werdi ( Punya makna )


1. KLUWIH

Kuluwargo luwihono, anggone nggulowentah nggateke ( Perhatikan keluwarga, sayangi dan didiklah dengan baik, tulus dan ikhlas )


2 . CANG GLEYOR

Cancangen awakmu ojo lungo lungo

( Menahan diri agar tidak bepergian untuk suwatu yang tidak penting )


3 . TERONG

Terusno anggone manembah marang gustimu, ojo datnyeng, mung nek eling tok

( Terus berdoa kepada tuhanmu jangan hanya kalo pas ingat saja )


4 . KULIT MLINJO

Ojo mung ngerti njabane tapi kudu ngerti lan iso.ngonceki babagan pagebluk ( Jangan hanya ngerti luarnya tapi pahami isi dan hakekatnya pandemi )


5 . WALUH

Uwalono sifat ngeluh lan nggersulo ( Hilangkan sifat mengeluh, menyalahkan orang lain dan keadaan )


6 . GODONG SO

Golong gilig dongo kumpul wong sholeh kang paham babagan agomo lan pagebluk

( Bekerjasama, saling mendukung dan saling peduli, bertanyalah dan minta bantuan kepada orang yg bener paham di bidangnya )


7 . TEMPE

Temenono olehe dedepe nyuwung marang gusti Alloh ( Perbanyaklah merenung dan minta keselamatan kepada Tuhan )


Ngombe Banyu CENGKIR

. Kencenging pikir, ateges yen niat temen marang gusti Alloh sing temenanan... Ojo tolah toleh... Ojo aras arasen. Tindakno kabecikan tanpo pamrih kaniatono yo mung Lillahita'ala

( Kalo.meminta kepada Alloh jangan setengah setengah, tulus Lillahita'ala )

MUGYO RAHAYU NIR ING SAMBIKOLO, Seger waras lan kwarasan tansyah ayom ayem tentrem adoh soko godo rencono olo lan tumindak culiko, mugi tansyah kaparingan berkahipun gusti Alloh

Aamiin aamiin aamiin ya robbal'alamina

Rabu, 27 Oktober 2021

CERPEN

 GAK USAH DIKEMBALIKAN


Ada seorang teman baik saya, orangnya bersahaja. 
Dia punya “kebiasaan” yang menurut saya sangat langka. 

Kalau beli sesuatu dari "pedagang kecil”, 
Dia tidak mau menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.

Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. Dia berkata kepada Petugas SPBU :  "Tolong diisi Rp 95 ribu saja ya." Sang Petugas merasa heran. 
Dia pun balik bertanya: "Kenapa tidak sekalian Rp 100 ribu, pak?"
"Gak apa-apa, isi saja Rp 95 rb", balasnya.

Selesai diisi tanki bensinnya, dia memberikan uang Rp 100 ribu. 
Sang petugas pun memberikan uang kembalian 5 ribu. 
Dia pun berkata: "Gak usah, ambil saja kembaliannya."

Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Dia pun berucap: "Terima kasih, Pak. Seandainya semua orang seperti Bapak, tentu hidup kami tambah lebih baik dengan gaji pas pasan an sebagai pegawai kecil."

Saya tertegun dengan perilakunya..

Di dalam perjalanan, saya bertanya : 
“Apa kamu Sering melakukan hal seperti itu?"

Diapun menjawab : 

"Temanku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah agama. Lakukanlah hal hal kecil yang bisa kita lakukan disekeliling kita, yg penting konsisten. 

Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin kita memberi 5 ribu kepada mereka. Uang 5 ribu dan itu pun tidak akan membuat dia kaya tapi yg jelas membantu dan membuat hatinya bahagia.

Hiduplah tiap hari seperti matematika, 
mengalikan sukacita, 
mengurangi kesedihan, 
menambahkan semangat,
membagi kebahagiaan,
dan menguadratkan kasih sayang antar sesama.

SEJARAH AIRLANGGA

 


Ada yang istimewa dengan salah satu desa di Lamongan. Bahkan tak lepas dari sejarah Raja Airlangga. 

 

Tepat seribu tahun, Desa Candisari di Kecamatan Sambeng, Lamongan, mendapatkan predikat sebagai desa sima swatantra (Desa perdikan atau desa bebas pajak) oleh Raja Airlangga. Bukti penetapan tersebut tertuang dalam Prasasti Cane. 

 

Selain itu, Desa Candisari juga ditetapkan sebagai desa tertua di Lamongan. 

 

Desa yang mendapatkan penetapan sebagai desa sima swatantra itu adalah Cane yang kini masuk dalam wilayah Desa Candisari. 

 

Prasasti berusia seribu tahun yang ditemukan di desa itu juga dikenal dengan Prasasti Cane yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta dengan kode D25. 

 

"Peristiwa penetapan Desa Cane yang saat ini masuk dalam kawasan Desa Candisari sebagai sima swatantra ini jika dikonversi ke tahun Masehi terjadi pada 27 Oktober 1021 M, tepat 1000 tahun yang lalu," kata pemerhati budaya Lamongan, Supriyo saat berbincang dengan wartawan dalam acara Jambore Garudamukha di bumi perkemahan Candisari, Rabu (27/11/2021). 

 

Diungkapkannya, Prasasti Cane juga dikenal sebagai prasasti pertama Raja Airlangga yang menggunakan simbol Garudamukha sebagai lencana kerajaan. Garudamukha adalah simbol berupa burung garuda yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu. 


Peristiwa tersebut terjadi tepat 1000 tahun yang lalu, di mana anugerah dari Sri Maharaja Airlangga diberikan untuk menghargai perjuangan dan bakti penduduk Desa Cane kepada Raja Airlangga. 

 


  

#eventlamongan #eventlamongan_news #LamonganDailyUpdate #lamongan #lamonganku #seputarlamonganmegilan⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ #lamonganupdate #lamonganhits #lamonganpopuler⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣     

#infolamongan #beritalamongan #kabarlamongan #lamonganterkini #lamongan24jam #sejarahlamongan #desatertua #desatertualamongan #desacandisari

#beritaewonglamongan

#sejarahrajaairlangga #rajaairlangga


_Sumber : Repost event lamongan

Selasa, 26 Oktober 2021

KONSEP PELARISAN

 PENGLARIS "DAGANG" IJAB & RESTU

Sedikit ulasan dan manfaat solusi yg saya berikan. 
Bila anda ingin usaha anda lancar dan Rejeki semakin meningkat? 
Saya akan memberikan tips & solusinya, guna memperlancar usaha anda. 
Tidak ada pantangan atau syarat-syarat yg berbau mistis.. 
Murni alami... Anugrah illahi. 
Hanya dengan perjanjian dan restu saya,  semua akan menjadi lancar dengan mudah. 
Bermodalkan upeti per-hari, nominal Rp.50.000,- pasti akan terestui usaha anda,, atas kehendak yg anda berikan... 
Buktikan!!!!!! 
"Esa Hilang Dua Terbilang"
Bila mana anda memberikan dengan iklhas tanpa pamrih,  maka rejeki anda akan terlipat gandakan sesuai apa yg anda berikan. 
Sekaligus juga,  melatih otot rejeki manusia...  Dikala anda slalu memberi dan membagi rejeki, maka... Semakin meningkat pula rejeki itu datang menghampiri.. 
Seperti orang yg memberikan sedekah kepada orang yg tak mampu,  pasti Tuhan akan memberikan timbal balik kepada sang pemberi..!! 
Mungkin, sedikit saya jelaskan.. 
Bila berminat, lebih lanjutnya akan saya jelaskan bila anda konsultasi. 
Sesuai, apa yg disampaikan diatas.
🙏🙏🙏

Hubungi :☎☎️☎️ ●●●082140030855●●●  

karena didunia ini tidak ada yang tidak mungking yang penting ada kemauan dimana ada kemauan pasti ada jalannya,mas zin  siap membantu dengan berbagi permasalahan bagi orang yang serius Trimah kasih.

Bulan suro

 *TRADISI BULAN SURO*


1. Siraman malam 1 Sura : mandi besar dengan menggunakan air serta dicampur kembang setaman. Sebagai bentuk “sembah raga” (syariat) dengan tujuan mensucikan badan, sebagai acara seremonial pertanda dimulainya tirakat sepanjang bulan Suro, antara lain lebih ketat dalam menjaga dan mensucikan hati, fikiran, serta menjaga panca indera dari hal-hal negatif. Pada saat dilakukan siraman diharuskan sambil berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Tunggal agar senantiasa menjaga kita dari segala bencana, musibah, kecelakaan. Doanya dalam satu fokus yakni memohon keselamatan diri dan keluarga, serta kerabat handai taulan. Doa tersirat dalam setiap langkah ritual mandi. Misalnya, mengguyur badan dari ujung kepala hingga sekujur badan sebanyak 7 kali siraman gayung (7 pitu, merupakan doa agar Tuhan memberikan pitulungan atau pertolongan). Atau 11 kali (11 sewelas, merupakan doa agar Tuhan memberikan kawelasan, belaskasih). Atau 17 kali (17 pitulas, agar supaya Tuhan memberikan pitulungan dan kawelasan). Mandi lebih bagus dilakukan tidak di bawah atap rumah, langsung “beratap langit”, maksudnya adalah kita secara langsung menyatukan jiwa raga ke dalam gelombang harmonisasi alam semesta.

2. Topo Mbisu : Tirakat sepanjang bulan Suro berupa sikap selalu mengontrol ucapan mulut agar mengucapkan hal-hal yang baik saja. Sebab dalam bulan Suro yang penuh tirakat, doa-doa lebih mudah terwujud. Bahkan ucapan atau umpatan jelek yang keluar dari mulut dapat “numusi” atau terwujud. Sehingga ucapan buruk dapat benar-benar mencelakai diri sendiri maupun  orang lain.

3. Ziarah : pada bulan Suro masyarakat Jawa lebih menggiatkan ziarah ke makam para leluhurnya masing-masing, atau makam para leluhur yang yang dahulu telah berjasa untuk kita, bagi masyarakat, bangsa, sehingga negeri nusantara ini ada. Selain mendoakan, ziarah sebagai tindakan konkrit generasi penerus untuk menghormati para leluhurnya (pepunden). Cara menghormati dan menghargai jasa para leluhur kita selain mendoakan, tentunya dengan merawat makam beliau. Sebab makam merupakan monumen sejarah yang dapat dijadikan media mengenang jasa-jasa para leluhur; mengenang dan mencontoh amal kebaikan beliau semasa hidupnya. Di samping itu kita akan selalu ingat akan sangkan paraning dumadi. Asal-usul kita ada di dunia ini adalah dari turunan beliau-beliau. Dan suatu saat nanti kita semua pasti akan berpulang ke haribaan Tuhan Yang maha Kuasa. Mengapa harus datang ke makam, tentunya atas kesadaran bahwa semua warisan para leluhur baik berupa ilmu, kebahagiannya, tanah kemerdekaan, maupun hartanya masih bisa dinikmati hingga sekarang, dan dinikmati oleh semua anak turunnya hingga kini. Apakah sebagai keturunannya kita masih tega hanya dengan mendoakan saja dari rumah ? Jika direnungkan secara mendalam menggunakan hati nurani, sikap demikian tidak lebih dari sekedar menuruti egoisme pribadi (hawa nafsu negatif) saja. Anak turun yang mau enaknya sendiri enggan datang susah-payah ke makam para leluhurnya, apalagi terpencil nun jauh harus pergi ke pelosok desa mendoakan dan merawat seonggok makam yang sudah tertimbun semak belukar. Betapa teganya hati kita, bahkan dengan mudahnya mencari-cari alasan pembenar untuk kemalasannya sendiri, bisa saja menggunakan alasan supaya menjauhi kemusyrikan. Padahal kita semua tahu, kemusyrikan bukan lah berhubungan dengan perbuatan, tetapi berkaitan erat dengan hati. Jangan-jangan sudah menjadi prinsip bawah sadar sebagian masyarakat kita, bahwa lebih enak menjadi orang bodoh, ketimbang menjadi orang winasis dan prayitna tetapi konsekuensinya tidak ringan.

4. Menyiapkan sesaji bunga setaman : dalam wadah berisi air bening. Diletakkan di dalam rumah. Selain sebagai sikap menghargai para leluhur yang njangkung dan njampangi anak turun, ritual ini penuh dengan makna yang dilambangkan dalam uborampe. Bunga mawar merah, mawar putih, melati, kantil, kenanga. Masing-masing bunga memiliki makna doa-doa agung kepada Tuhan yang maha segalanya yang tersirat di dalamnya.

5. Jamasan pusaka : Tradisi ini dilakukan dalam rangka merawat atau memetri warisan dan kenang-kenangan dari para leluhurnya. Pusaka memiliki segudang makna di balik wujud fisik bendanya. Pusaka merupakan buah hasil karya cipta dalam bidang seni dan ketrampilan para leluhur kita di masa silam. Karya seni yang memiliki falsafah hidup yang begitu tinggi. Selain itu pusaka menjadi situs dan monumen sejarah, dan memudahkan kita simpati dan berimpati oleh kemajuan teknologi dan kearifan lokal para perintis bangsa terdahulu. Dari sikap menghargai lalu tumbuh menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus bangsa agar berbuat lebih baik dan maju di banding prestasi yang telah diraih para leluhur kita di masa lalu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para leluhurnya, para pahlawannya, dan para perintisnya. Karena mereka semua menjadi sumber inspirasi, motivasi dan tolak ukur atas apa yang telah kita perbuat dan kita gapai sekarang ini. Dengan demikian generasi penerus bangsa tidak akan mudah tercerabut (disembeded) dari “akarnya”. Tumbuh berkembang menjadi bangsa yang kokoh, tidak menjadi kacung dan bulan-bulanan budaya, tradisi, ekonomi, dan politik bangsa asing.

6. Larung sesaji : Larung sesaji merupakan ritual sedekah alam. Uborampe ritual disajikan (dilarung) ke laut, gunung, Darat atau ke tempat-tempat tertentu. Tradisi budaya ini yang paling riskan dianggap musyrik. Betapa tidak, jikalau kita hanya melihat apa yang tampak oleh mata saja tanpa ada pemahaman makna esensial dari ritual larung sesaji. 

Berikut saya tulis sedikit tentang konsep pemahaman atau prinsip hati maupun pola fikir mengenai tradisi ini. 

Pertama : dalam melaksanakan ritual hati kita tetap teguh pada keyakinan bahwa Tuhan adalah Maha Tunggal, dan tetap mengimani bahwa Tuhan Maha Kuasa menjadi satu-satunya penentu kodrat. 

Kedua : adalah nilai filosofi, bahwa ritual larung sesaji merupakan simbol kesadaran makrokosmos yang bersifat horisontal, yakni penghargaan manusia terhadap alam. Disadari bahwa alam semesta merupakan sumber penghidupan manusia, sehingga untuk melangsungkan kehidupan generasi penerus atau anak turun kita, sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan alam. Kelestarian alam merupakan warisan paling berharga untuk generasi penerus. 

Ketiga : selain kedua hal di atas, larung sesaji merupakan bentuk interaksi harmonis antara manusia dengan seluruh unsur alam semesta. Disadari pula bahwa manusia hidup di dunia berada di tengah-tengah lingkungan bersifat kasat mata atau jagad fisik, maupun  ghaib atau jagad metafisik. Kedua dimensi jagad tersebut saling bertetanggaan, dan keadaannya pun sangat kompleks. Manusia dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan seyogyanya menjaga keharmonisan dalam bertetangga, sama-sama menjalani kehidupan sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebaliknya,  bilamana dalam hubungan bertetangga (dengan alam) tidak harmonis, akan mengakibatkan situasi dan kondisi yang destruktif dan merugikan semua pihak. Maka seyogyanya jalinan keharmonisan sampai kapanpun tetap harus dijaga.

Pengisian enerji

 Pengisian keilmuan 4 unsur alam.. Insya Allah Manfaat Yang Di dapat antara Lain:


1. Ritual getaran insya allah untuk meningkatkan kepekaan dan getaran yang tinggi, indra ke-6/mata bathin, feeiling/intuisi tajam.

2. Terawangan/Komunikasi ghaib.

3. Melihat Aura.

4. Gerak marifat penjuru angin
Insya allah untuk menghadirkan gerak/tarian/jurus tanpa belajar, melatih dan meningkatkan kepekaan, mengaktifkan indra ke 6, buka mata bathin dan memperbesar power keilmuan.

5.Komunikasi dengan jin/khodam, mediumnisasi/tarik sukma.

6.Deteksi Supranatural.

7.Pemburu hantu/ memasukkan jin kedalam botol.

8. Meminjam kesaktian para pendekar terdahulu.

9.Memindahkan isi pusaka.

10.Pemagaran ghaib seperti untuk memagari rumah/perkarangan, toko dll.

11. Daya tenaga dalam/memasukkan inti pukulan jarak jauh.

12. Ilmu pembungkeman
Insya allah untuk membungkam orang lain agar tidak banyak bicara dll.

13. Memasukkan sembilan ilmu inti karomah.

Insya allah manfaatnya meliputi : Bela diri instan (silat karomah), Tak terlihat lawan, Bayangan / Kembaran Diri, Mahabbah / pellet, Kharisma / wibawa, Pukulan berbekas hitam, Pukulan jarak jauh, keselamatan / kesuksesan, melihat + komunikasi ghaib.

14. Menembus dimensi alam bawah sadar/indra ke 6.

15.Ilmu tarik sima/energi karomah para wali.

16. Ajian petak jibril
Insya allah untuk menggertak lawan, supaya lawan bisa takut,gemetar serta lemas dan lawan tidak akan berani untuk mendekati.

17. Ilmu panggil khodam.

18.Ilmu indra ke 6.

Serta masih banyak karomah / kegunaan lainya yang cukup anda meminum air dari jarak jauh/dekat,serta ngejurus dengan niat yang disertai kayakinan..

Syarat; Nama lengkap dan ibu kandung.
 Sms/wa :085731468900.Jarak jauh maupun datang langsung hasilnya sama saja. Mahar 700 ribu.Energi keilmuan 4 unsur alam ini lngsung bisa di rasakan.

Hnya melayani yg serius saja..

#citraland #pakuwonindah #pakuwoncity #grandpakuwon #perumharmony #prambananresidence #wisatabukitmas #grahafamily #perumahantamanwisataregency #perumahanbabatanpratama #grahasampurnaindah #perumahangoldenberryregency #perumpurisafiraregency #citralandthegreenlakesurabaya #perumahanpermatasafira #mitra10wiyungsurabaya #royalresidencesurabaya #pondokwiyungindah